Kamis, 28 Desember 2017

Angka Romawi
Angka Romawi adalah bilangan yang digunakan untuk penomoran yang digunakan pada jaman Romawi kuno dan masih banyak digunakan sampai saat ini untuk keperluan penomoran. Angka Romawi berbasis desimal. Simbol pada angka Romawi terdiri dari karakter dasar dan karakter kombinasi. Karakter dasar adalah karakter tunggal yang menyatakan suatu bilangan sedangkan karakter kombinasi adalah gabungan dari karakter dasar yang menyatakan satu bilangan. Masing-masing karakter dari angka Romawi merupakan huruf kapital pada alfabet modern.
Jumlah Karakter Angka Romawi
Jumlah karakter angka Romawi dalam satu bilangan sama dengan jumlah karakter Romawi setiap angka dalam bilangan tersebut. Angka Romawi tidak mendefinisikan angka nol. Posisi satuan, puluhan, ratusan, dsb tidak mempengaruhi jumlah karakter pada angka Romawi, artinya angka 2 (II), 20 (XX), 200 (CC), 2.000 (MM) dst memiliki jumlah karakter yang sama yaitu dua karakter. Contoh lainnya adalah sbb.
1.     Angka 2003 terdiri dari 5 karakter yaitu MMIII (dua karakter angka 2.000 yaitu MM dan tiga karakter angka 3 yaitu III).
2.     Angka 666 terdiri dari 6 karakter yaitu DCLXVI (dua karakter angka 600 yaitu DC, dua karakter untuk angka 60 yaitu LX, dan dua karakter untuk angka 6 yaitu VI).
3.     Angka 1250 terdiri dari 4 karakter yaitu MCCL (satu karakter angka 1000 yaitu M, dua angka untuk angka 200 yaitu CC, dan satu karakter angka 50 yaitu L).
4.     Angka 888 terdiri dari 12 karakter yaitu DCCCLXXXVIII (empat karakter untuk angka 800 yaitu DCCC, empat karakter untuk angka 80 yaitu LXXX, empat karakter untuk angka 8 yaitu VIII).

karapan sapi

Sejarah awal mula Karapan Sapi nggak ada yang tau pasti, tapi berdasarkan sumber lisan yang diwariskan turun temurun, diketahui Karapan Sapi dilatar belakangi oleh tanah Madura yang kurang subur buat lahan pertanian. Suatu hari, seorang ulama Sumenep, Syeh Ahmad Baidawi (Pangeran Katandur) ngenalin cara bercocok tanam dengan menggunakan sepasang bambu yang dikenal masyarakat Madura dengan sebutan nanggala atau salaga yang ditarik pakai dua ekor sapi. Jadi awalnya mau manfaatin tenaga sapi sebagai pengolah sawah gitu, deh..
erangkat dari ketekunan bagaimana cara ia membajak sapi bekerja mengolah tanah persawahan yang berhasil dan tanah tandus pun berubah menjadi tanah subur dan membawa hasil positif, tentu masyarakat desa mengikuti jejak Pangerannya. Akhirnya tanah di seluruh Papua Sapudi yang semula gersang jadi tanah subur yang bisa ditanami padi. Hasil panenpun berlimpah ruah dan jadilah daerah yang subur makmur.
Setelah masa panen tiba sebagai ungkapan kegembiraan atas hasil panen yang melimpah Pangeran Katandur punya inisiatif ngajak warga di desanya untuk ngadain balapan sapi. Area tanah sawah yang udah dipanen dimanfaatin jadi arenanya. Akhirnya tradisi balapan sapi gagasan Pangeran Katandur itu yang sampai sekarang terus berkembang dan dijaga kelestariannya. Cuma namanya aja yang diganti jadi lebih populer: “Karapan Sapi”.
Buat mereka yang mau ikutan lomba Karapan Sapi harus ngeluarin kocek yang nggak dikit buat melatih dan merawat sapi-sapi yang bakal bertanding. Buat ngebentuk tubuh sepasang sapi yang mau ikut Karapan, diperlukan biaya sampai Rp 4 juta biar sapi-sapinya sehat dan kuat. Sapi-sapi juga dikasih aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari sampai menjelang hari Karapan. Itung-itung perbaikan gizi, ya… Hehehe…
Cara bermain Gobak Sodor / Hadang yang termasuk salah satu permainan tradisional Indonesia yang juga dimainkan di negara lain sangatlah sederhana. Biasanya permainan ini dimainkan pada saat jam istirahat sekolah, pada sore hari di lingkungan tinggal masyarakat dan tentu saja permainan yang gemar dimainkan oleh anak-anak ini bisa juga untuk melatih berbagai kecakapan keterampilan pada diri anak terutama untuk fisik tubuh anak.

Di Indonesia sendiri Gobak Sodor atau Hadang memiliki nama tersendiri di setiap daerah di Indonesia, akan tetapi tetap pada aturan dan cara bermain yang sama. Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Tata cara bermain gobak sodor adalah anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

lompat

1.     Lompat tali tanpa awalan.
Melompat melewati tali (karet tangan) untuk melihat cara mendarat yang baik (kedua kaki
bersamaan menyentuh tanah, lutut bengkok, lengan menjulur de depan).

2.     Lompat tali dengan membentuk huruf V
Berdiri pada bagian antara kedua tali yang berjarak pendek kemudian melompat ke arah tali.
Berdiri pada bagian yang paling lebar dari huruf v dan melompatlah ke sebelah sisinya.
Perhatikan gerakan ayunan lengan dan bengkokkan lutut saat awalan. Bila ingin melampaui tali v
bagian terluas kekuatan tungkai untuk melewati tali sangat diperlukan.



3.      Melompat mencapai target.
Siswa melompat dengan target jarak yang ukurannya sama dengan tinggi badannya sendiri.
Dapat dilakukan dengan memakai awalan lari dan menumpu dengan salah satu kaki kemudian
melakukan gerak melayang dan diakiri dengan mendarat dengan kedua kaki dalam posisi sedikit
membengkok.

prilaku terpuji

Tolong menolong dalam kehidupan sehari-hari adalah perbuatan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan saling tolong menolong antar individu dalam masyarakat, akan tercipta kondisi masyarakat yang harmonis dan penuh kedamaian. Meminjamkan sesuatu kepada orang yang membutuhkan merupakan ibadah kepada Allah Swt. Manusia diciptakan oleh Allah sebagai sebagai makhluk sosial. Ia harus berinteraksi dengan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi ternyata tidak semua kebutuhan kita dapat dipenuhi secara mandiri. Ada saatnya kita sangat memerlukan bantuan orang lain dan ada saatnya pula kita menolong orang lain.
Di lingkungan masyarakat dimana kita berada, diperlukan pergaulan dengan warga sekitarnya karena kehidupan itu membutuhkan pertolongan orang lain. Salah satu bentuk interaksi dalam pergaulan di masyarakat adalah pinjam meminjam dengan sesama warga. Saling pinjam meminjam sangat dianjurkan oleh Rasulullah Saw. Perhatikanlah upaya yang dilakukan oleh ibu ketika menyiapkan peralatan untuk mengadakan kenduri atau tasyakuran. Beliau berusaha menyediakan peralatan yang dibutuhkan dengan cara meminjam kepada tetangga yang memiliki. 

Membiasakan Prilaku Terpuji

  1. Keteladanan Nabi Adam AS diantaranya adalah kemauannya segera bertaubat.
  2. Taubat artinya kembali kepada kesucian, kembali kepada jalan yang benar, menyesali perbuatan yang salah dan tidak akan mengulanginya.
  3. Orang yang bertaubat pasti mendapat keuntungan.
  4. Perilaku terpuji harus dibiasakan sejak kecil.
  5. Sejak kecil Nabi Muhammad SAW memiliki sikap dan perilaku terpuji baik dalam perkataan maupun perbuatan.
  6. Perilaku terpuji Nabi Muhammad SAW, antara lain sabar, jujur, rajin dan sederhana.
  7. Nabi Muhammad SAW wajib dijadikan suri tauladan.

Membiasakan Prilaku Terpuji

  1. Keteladanan Nabi Adam AS diantaranya adalah kemauannya segera bertaubat.
  2. Taubat artinya kembali kepada kesucian, kembali kepada jalan yang benar, menyesali perbuatan yang salah dan tidak akan mengulanginya.
  3. Orang yang bertaubat pasti mendapat keuntungan.
  4. Perilaku terpuji harus dibiasakan sejak kecil.
  5. Sejak kecil Nabi Muhammad SAW memiliki sikap dan perilaku terpuji baik dalam perkataan maupun perbuatan.
  6. Perilaku terpuji Nabi Muhammad SAW, antara lain sabar, jujur, rajin dan sederhana.
  7. Nabi Muhammad SAW wajib dijadikan suri tauladan.